
Fresh graduate cari kerja tetapi masih bingung harus mulai dari mana? Setelah menyelesaikan kuliah, tidak sedikit lulusan baru yang merasa kehilangan arah. Selama bertahun-tahun, rutinitas dipenuhi tugas, organisasi, skripsi, hingga sidang. Begitu semuanya selesai, muncul pertanyaan baru: lulus kuliah, terus ngapain?
Masa setelah wisuda memang bisa terasa membingungkan. Namun, kamu tidak harus langsung memiliki rencana karier untuk lima atau sepuluh tahun ke depan. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mulai mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Kalau kamu sedang berada di fase ini, tidak perlu buru-buru merasa tertinggal. Belum tahu langkah berikutnya bukan berarti kamu tidak punya masa depan. Justru, fase setelah lulus bisa menjadi waktu untuk menentukan arah dengan lebih sadar.
Berikut tujuh langkah yang bisa kamu lakukan setelah lulus kuliah.
1. Tentukan Bidang yang Ingin Dicoba
Kamu tidak harus langsung tahu pekerjaan apa yang akan dilakukan sampai lima atau sepuluh tahun ke depan. Untuk awal, tentukan beberapa bidang yang ingin kamu coba.
Coba tanyakan kepada diri sendiri: pekerjaan seperti apa yang menarik? Skill apa yang sudah dimiliki? Bidang apa yang ingin dipelajari? Apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan minat dan kemampuan?
Jangan terlalu terpaku pada jurusan kuliah. Lulusan satu jurusan bisa memiliki banyak pilihan karier, tergantung keterampilan dan pengalaman yang dimiliki.
2. Rapikan CV dan Portofolio untuk Fresh Graduate
CV menjadi salah satu dokumen pertama yang memperkenalkan dirimu kepada recruiter. Karena itu, jangan membuat CV hanya untuk formalitas.
Masukkan pengalaman yang relevan, termasuk magang, organisasi, kepanitiaan, proyek kuliah, freelance, atau pengalaman lain yang menunjukkan kemampuanmu.
Kalau bidang yang dituju membutuhkan hasil karya, buat juga portofolio. Tidak perlu menunggu punya pengalaman kerja bertahun-tahun. Proyek kuliah atau karya pribadi pun bisa menjadi bagian dari portofolio selama relevan.
3. Fresh Graduate Cari Kerja? Mulai dari Sini
Setelah CV siap, mulai cari peluang secara aktif. Jangan hanya mengandalkan satu platform. Cek website perusahaan, platform pencarian kerja, LinkedIn, komunitas profesional, hingga informasi dari alumni.
Namun, hindari kebiasaan mengirim lamaran secara asal.
Baca deskripsi pekerjaan dengan teliti dan pastikan posisi tersebut sesuai dengan kemampuan serta bidang yang ingin kamu kembangkan. Lebih baik mengirim lamaran yang relevan daripada sekadar mengejar jumlah.
4. Skill yang Dibutuhkan Fresh Graduate untuk Cari Kerja
Lulus kuliah bukan berarti proses belajar berhenti. Justru, kamu mungkin akan menemukan bahwa ada banyak skill yang belum sempat dipelajari selama kuliah.
Pilih satu atau dua kemampuan yang relevan dengan bidang yang kamu incar. Misalnya, Excel untuk pekerjaan administrasi, SEO dan copywriting untuk digital marketing, atau kemampuan desain untuk pekerjaan kreatif.
Tidak harus langsung mengikuti banyak kursus. Buku, webinar, proyek pribadi, dan latihan mandiri juga bisa menjadi cara untuk mengembangkan kemampuan.
5. Bangun Networking
Networking tidak harus selalu dimulai dengan meminta pekerjaan.
Tetap terhubung dengan teman kuliah, dosen, alumni, teman organisasi, atau orang-orang yang bekerja di bidang yang kamu minati. Dari percakapan sederhana, kamu bisa mendapatkan informasi tentang pekerjaan, industri, atau pengalaman yang sebelumnya tidak kamu ketahui.
Kamu juga bisa mulai membangun profil profesional di LinkedIn dan menunjukkan bidang yang sedang kamu pelajari atau tekuni.
6. Cari Pengalaman, Tidak Harus Langsung Pekerjaan Tetap
Belum mendapatkan pekerjaan tetap bukan berarti kamu harus berhenti bergerak.
Saat fresh graduate cari kerja, jangan hanya mengandalkan satu platform pencarian kerja, tetapi sambil mencari pekerjaan, kamu bisa mencoba freelance, magang, proyek sementara, volunteer, atau membuat proyek pribadi. Selain menambah pengalaman, aktivitas tersebut bisa membantu mengisi portofolio dan memperjelas bidang yang sebenarnya kamu sukai.
Bahkan, pengalaman kecil dapat menjadi bahan cerita ketika mengikuti wawancara kerja.
7. Tetap Beri Waktu untuk Diri Sendiri
Mencari pekerjaan memang penting, tetapi jangan sampai seluruh kehidupan setelah lulus hanya berisi CV, job portal, dan menunggu email recruiter.
Buat rutinitas yang realistis. Gunakan sebagian waktu untuk mencari pekerjaan, sebagian untuk belajar, dan sisanya untuk beristirahat atau melakukan kegiatan yang kamu sukai.
Kamu juga tidak perlu membandingkan perjalananmu dengan teman yang sudah bekerja lebih dulu. Setiap orang memiliki kondisi, kesempatan, dan waktu yang berbeda.
5 Buku Bacaan untuk Membantu Fresh Graduate Menyiapkan Karier
Kalau kamu ingin mempersiapkan diri lebih jauh, membaca buku yang membahas karier dan pengembangan diri bisa menjadi salah satu pilihan. Berikut beberapa eBook di Bacabuku.com yang relevan dengan fase setelah lulus kuliah.
1. Kunci Sukses Memperoleh Pekerjaan yang Diimpikan — Pago Hardianz
Buku ini membahas berbagai hal yang berkaitan dengan pencarian kerja, mulai dari mengenali kemampuan diri, mencari lowongan, membuat surat lamaran dan CV, hingga menghadapi wawancara. Isinya cukup dekat dengan kebutuhan fresh graduate yang sedang mulai masuk dunia kerja.
2. Aku Siap Kerja: Persiapan untuk Fresh Graduate dalam Melakukan Wawancara Kerja — Saim Salman
Kalau bagian yang paling membuatmu deg-degan adalah wawancara, buku ini bisa menjadi bacaan yang relevan. Pembahasannya mencakup kesiapan kerja, keterampilan, komunikasi, sikap profesional, hingga berbagai pertanyaan yang dapat muncul saat wawancara.
3. GLOW UP — Aprilina Prastari
Buku ini secara khusus menyinggung kebingungan mahasiswa dalam menentukan masa depan, persiapan memasuki dunia kerja, hingga tantangan yang mungkin dihadapi pada tahun-tahun awal berkarier. Pembahasannya juga menyoroti komunikasi dan pengembangan keahlian sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia profesional.
4. INTERPERSONAL SKILL Kecakapan Antarpersonal — Dr. Sudaryono, S.P., S.Pd., M.Pd.
Kemampuan teknis memang penting, tetapi kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain juga menjadi bagian dari kehidupan profesional. Buku ini membahas kecakapan antarpersonal dan ditujukan antara lain untuk mahasiswa serta mereka yang sedang mempersiapkan diri menuju karier profesional.
5. Personal Branding: Bagaimana Mendefinisikan Diri dan Membangun Citra untuk Kehidupan yang Lebih Baik — Dr. Hj. Rosnaini Daga, SE., MM., CPHCM
Memasuki dunia kerja juga berarti mulai memperkenalkan kemampuan dan identitas profesionalmu. Buku ini membahas personal branding, termasuk bagaimana membangun citra diri dan menunjukkan keunikan yang dapat mendukung peluang karier.
Tidak Harus Langsung Menemukan Jawabannya
Setelah lulus, kamu mungkin belum langsung mendapatkan pekerjaan impian. Bisa juga ternyata pekerjaan pertama yang didapatkan tidak sesuai ekspektasi. Itu bukan berarti semuanya gagal.
Masa setelah kuliah adalah proses untuk mencoba, belajar, dan memahami arah yang ingin dibangun.
Bagi kamu yang sedang fresh graduate cari kerja, prosesnya mungkin tidak selalu berjalan cepat. Jadi, kalau sekarang kamu masih bertanya, “Lulus kuliah, terus ngapain?”,nggak perlu memaksakan diri untuk punya semua jawabannya sekaligus. Mulai dari satu langkah kecil, terus belajar, mencoba, dan menemukan arah yang paling sesuai untukmu.
Kalau kamu ingin menemukan lebih banyak tips seputar karier, pengembangan diri, dunia kerja, mahasiswa, dan berbagai rekomendasi bacaan, jangan berhenti di artikel ini. Yuk, jelajahi artikel-artikel lainnya di blog Bacabuku dan temukan bacaan yang bisa menemani setiap prosesmu!






